Sunday, February 27, 2022

WARRANTY


Warranty bagi kendaraan baru

Apabila kita membeli mobil baru dari ATPM, maka akan mendapatkan warranty dari produsen mobil tersebut. Warranty adalah sebuah janji atau jaminan sebagai antisipasi bila terjadi pelanggaran atau menimbulkan kerugian baik bagi penanggung maupun tertanggung. Dalam jual beli kendaraan bermotor maka warranty adalah penjual kendaraan memberi jaminan dengan memperbaiki atas bebannya mengganti bagian yang tidak berfungsi dengan baik sebagai akibat cacat bahan atau karena kesalahan atau kekeliruan dalam pengerjaan.

Masa warranty  terhitung sejak tanggal penyerahan kepada pemilik pertama dari pihak distributor maupun dealer resmi. Keberlakuan warranty sepenuhnya dapat diteruskan pemilik berikutnya

Batasan Warranty

Masa warranty selama jangka waktu 36 bulan atau 100.000 km, yang mana dicapai terlebih dahulu. Warranty meliputi perbaikan atau penggantian part kecuali untuk baterai, ban,  dan komponen-komponen yang bisa habis karena terpakai dan terhadap hal-hal komponen yang tidak ditanggung oleh warranty penjual mobil.

Warranty cat atau permukaan yang berkarat. Kerusakan cat dan permukaan yang berkarat akibat pada cacat bahan atau kesalahan/kekeliruan pengerjaan yang terjadi pada panel body, dalam penggunaan yang normal dijamin oleh ketentuan-ketentuan dasar warranty penjual mobil.

Warranty baterai. Masa garansi baterai yang digunakan sebagai perlengkapan asli kendaraan selama 24 bulan atau 50.000 km yang mana dicapai terlebih dahulu.

Warranty ban. Warranty claim ban diatur tersendiri dengan jaminan yang disediakan oleh pembuat ban (tire maker).

Demikian beberapa ketentuan terkait warranty, kita sebagai pemilik mobil baru sebaiknya memperhatikan hal tersebut. Jika kesalahan bukan pada pemilik maka beberapa hal tersebut bisa kita klaim dan akan mendapatkan gantinya yang baru. Namun jika sudah melewati ketentuan maka kita tidak mendapatkan penggantinya.

Saturday, February 26, 2022

PENULIS PROFESI YANG MENJANJIKAN

 

Penulis Profesi yang Menjanjikan

Penulis untuk saat ini adalah profesi yang lagi diminati oleh banyak kalangan. Terutama untuk pandemic saat ini. Disaat pekerjaan dikerjakan dirumah karena merebaknya covid-19, maka timbul beberapa penulis dadakan. Mereka memiliki hoby menulis, disaat pekerjaan dilakukan dirumah maka hoby menulis bisa tersalurkan. Namun tidak sedikit juga yang menjadikan profesi penulis sebagai profesi utama.

Penulis adalah orang yang melakukan pekerjaan menulis atau menghasilkan karya. Penulis bisa sebagai pekerjaan tambahan atau ada yang merupakan pekerjaan pokok. Bermula dari ide yang datang baik dari ilmu yang dipunya atau dari pengalaman kemudian dirubah menjadi sebuah tulisan atau karya.

Seorang penulis bisa menuliskan karya fiksi maupun karya non fiksi. Karya fiksi adalah karya yang berupa imajinasi atau khayalan dari penulis. Karya fiksi berupa puisi, cerpen, cerbung atau novel. Sedangkan karya non fiksi adalah karya bukan dari imajinasi penulis. Karya non fiksi biasanya karya yang sesuai dengan kenyataan. Karya non fiksi berupa karya ilmiah, jurnal, makalah atau artikel. Karya penulis bisa berupa buku atau teks bahkan ada yang bisa dijadikan scenario naskah iklan dan naskah film.

Dari hasil karya tersebut bisa dishare melalui media social atau surat kabar sehingga bisa dibaca oleh orang banyak. Banyak pengunjung atau pembaca yang memberikan like, komentar, dan saran. Hal ini membuat banyak penulis yang semangat. Bahkan menulis banyak diminati karena banyak yang medapatkan uang atau royalty dari menulis. Ada penulis buku, penulis surat kabar bahkan sekarang banyak penulis yang menulis di platform online yang mendapatkan uang hingga jutaan rupiah.

Penulis sekarang profesi yang menjanjikan, tidak seperti dulu. Namun untuk menjadi penulis yang menghasilkan rupiah butuh perjuangan yang tidak mudah. Banyak penulis buku yang ditolak beberapa kali oleh penerbit. Tak sedikit penulis di media cetak atau koran yang tulisannya tak dilirik. Tidak sedikit penulis di media online yang gagal diterima tulisannya. Perjuangan yang tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil menjadi penulis yang mendapatkan income yang memadai.

Seorang penulis harus mampu menilai pasar. Maksudnya tulisan yang dibuat itu kira-kira nantinya diminati oleh pembaca atau tidak. Makanya sering mengeshare ke social media itu untuk mengetahui tanggapan pembaca.

Seorang penulis juga harus memiliki komitmen yang tinggi. Adanya kesungguhan dari seorang penulis. Jangan hanya mengandalkan waktu luang untuk menulis, tetapi memang harus punya waktu untuk menulis. Agar ide yang ada didalam pikirannya bisa langsung dituangkan dalam bentuk tulisan.

Seorang penulis harus terus menulis untuk menghasilkan karya dalam kondisi apapun. Saat hatinya senang ataupun bersedih harus tetap menulis. Ada waktu luang atau tidak tetap berupaya untuk menulis, karena jika sehari saja tidak menulis maka akan membuat malas untuk menulis dihari berikutnya.

Seorang penulis tidak bergantung pada bakat atau minat. Kita harus mampu memotivasi diri, bahwa menulis akan mudah atau ringan jika kita memiliki tekad yang kuat. Teruslah untuk berkarya dengan menangkap ide-ide baru yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Kesimpulannya bahwa penulis adalah profesi yang diminati saat ini dengan penghasilan yang lumaya besar dan waktu yang longgar dalam pengerjaannya. Namun agar menjadi penulis yang sesungguhnya maka kita harus mampu membaca keinginan pembaca, harus berkomitmen tinggi, harus berkarya setiap waktu dan mampu memotivasi dirinya sendiri agar menjadi penulis yang tangguh.

 

Saturday, September 18, 2021

NIKMATNYA TEMPE GORENG TANPA BAJU


 

Jam menunjukkan pukul 16.00 WIB. Ketika Om jay mengantarkan sepiring tempe goreng kesukaan saya. Hati riang menyambut tempe goreng tersebut. Istri saya langsung  membuatkan teh manis untuk menemani tempe goreng tersebut. Saya menyebutnya tempe goreng tanpa baju. Biasanya tempe digoreng dengan adonan tepung bumbu sehingga tempe akan tertutup adonan. Kalau tempe yang diberikan Om jay ini tempe tanpa adonan tepung bumbu. Saya ambil satu tempe dan mulai menikmati tempe goreng tanpa baju tersebut.

Cara membuat tempe goreng tanpa baju cukup sederhana. Biasanya tempe dipotong-potong kemudian direndam dalam wadah yang diberi garam dan bubuk ketumbar. Setelah beberapa menit tempe ditiriskan dan siap di goreng. Tempe goreng tanpa baju ini biasanya untuk menemani sayur sop. Tak lupa dengan sambar tomatnya. Hidup akan terasa nikmat. Eh makan akan terasa nikmat dan hidup akan bahagia.

Selain untuk lauk maka tempe goreng ini bisa untuk teman wedangan pagi hari. Dengan segelas teh manis dan beberapa potong tempe maka akan memberikan kekuatan kita untuk menyambut pagi hari. Untuk memberikan tenaga untuk beraktifitas.

Tempe goreng juga bisa dibuat tempe penyet. Buatkan sambal bawang kemudian ambil beberapa gorengan tempe. Masukkan tempe disambal dengan dipenyet sehingga tempe akan bercampur dengan sambal. Dekatkan sepiring nasi, pasti nasi habis tanpa sisa.

Tempe yang terbuat dari kedelai yang direbus, kemudian di beri ragi dan dibungkus dengan daun pisang atau daun jati. Sekarang bahkan dibungkus plastic. Tempe merupakan kebutuhan pokok. Setiap hari pasti semua keluarga memiliki stok tempe. Selain harganya murah, tempe bisa dibuat menu sesuka kita. Bisa di goreng dengan berbagai variasi. Bisa juga dibuat sayur tempe cabai hijau atau menu tumis.

Bahkan menurut dr Zaidul Akbar tempe yang bagus sebetulnya bisa dikonsumsi tanpa digoreng. Potong tipis-tips tempe kemudian beri madu secukupnya. Maka menikmati tempe dengan madu akan mempunyai khasiat yang bagus untuk kesehatan. Bisa di coba.

Jadi kesimpulannya tempe bisa dinikmati kapan saja. Baik tanpa diolah maupun diolah. Digoreng atau dibuat sayur. Tempe sumber protein yang baik buat kesehatan. Maka jangan sia-siakan keberadaan tempe. Dari tempe bisa dibuat produk olahan untuk oleh-oleh, misalnya tempe kripik. Bisa juga dibuat tempe kering campur teri yang lezat dan nikmat. Dengan mengkonsumsi tempe maka kita termasuk mencintai produk dalam negeri. Mencintai Indonesia dengan segala menu makanan yang beragam

 =============================

Penulis : Agung Pramono

Gelombang 20

Friday, September 17, 2021

MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELUR


 

Nara sumber hebat malam ini adalah Ibunda Lilis Sutikno dari NTT. Dengan teman menulis semudah ceplok telur.

Kita awali dari yang pertama dari filosofi pensil dan penghapus

1. PENSIL DIGERAKKAN OLEH TANGAN MANUSIA

Mulailah dengan berdoa sebelum menulis, sebab ada tangan Tuhan yang selalu membimbing kita ketika kita menulis. Tulisan yang diawali dengan doa, akan menghasilkan ilmu yang bersumber dari hati nurani yang bersih. Tulisan yang keluar hati akan diterima oleh hati pula oleh pembacanya serta bermanfaat banyak kepada semua umat.

2. KETIKA PENSIL TUMPUL KITA PERLU MERUNCINGKANNYA

Dalam menulis kita akan menemui banyak kesulitan, berjumpa pada penderitaan, dan kesusahan (khususnya yang baru pertama kali menulis). Kita perlu menajamkan pikiran kita. Ketika tumpul pensil harus kita raut dahulu, jika pikiran kita buntu tak ada ide maka beristirahatlah dan tutup buku/laptop kita. Pertajam pikiran dan bacalah buku (khususnya yang berhubungan dengan tulisan kita).

3. PENGHAPUS : Ada penghapus untuk menghapus tulisan kita, ketika kita salah menulis

Dalam hidup selalu ada kesempatan, jika kita melakukan kesalahan ada kesempatan untuk kita bertaubat. Begitu pula dalam menulis, kalau salah bisa di tipo dulu, lalu perbaiki agar menjadi baik dan sempurna. Tapi bukan berarti nulis hapus, nulis hapus, nulis hapus. Nggak jadi-jadi dooong tulisan kita. Lalu bagaimana agar tulisan kita menjadi bagus ? Tulis, diamkan, jika buntu ide kita. Tutup laptop, lalu simpan, rilekz dulu.  Lalu buka ke-esokan harinya untuk di revisi ulang.

4. PENSIL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENULIS BAGIAN DALAMNYA

Manusia dilihat dari bagian dalam hatinya (Begitupun dengan pensil, yang tajam untuk menulis adalah bagian dalamnya). Dalam menulis gunakan hati untuk menggerakkan tangan kita, sebab menulis dari hati itu akan menghasilkan karya yang luar biasa. Selain itu, menulis dari hati akan diterima oleh pembacanya dari hati pula.

5. SETIAP TULISAN KITA AKAN BERDAMPAK

Belajar dari pensil akan selalu meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk itu tinggalkan dampak positif dalam hidup kita). Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya\ 

Menulis Semudah Ceplok Telur adalah quote saya dalam memberikan motivasi kepada setiap orang

Judul di atas adalah Quote saya dalam memberikan motovasi menulis kepada siapa saja yang memiliki cita-cita untuk menjadi penulis hebat dunia.

1. Bahwa menulis itu tidak sulit

2. Menulis itu sangat mudah

3. Semudah Anda membuat ceplok telur

4. Tuk Byaarr... 

Telur yang tadinya bulat, bisa langsung dihidangkan di meja makan. Tanpa harus ribet membuatnya/memasaknya.

Langkah kedua kita mudah dalam menulis adalah bergabung dalam komunitas menulis seperti kelas ini bersama Om Jay

 

MENGAPA HARUS MENULIS?

1.Imam Asy-Sya’bi pernah berkata, “Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekali pun di tembok.”

Imam Syafi’i rahimahullah juga pernah bertutur, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)

Disini, ilmu di ibaratkan seperti hewan buruan (kijang) apabila tidak di ikat akan terlepas, begitu pula ilmu apabila tidak ditulis maka akan hilang atau tidak ingat dikarenakan daya ingat manusia terbatas. 

2. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

Qoyyidul ‘ilma bilkitabi  (Jagalah ilmu dengan menulis)

(Shahih Al-Jami’, No.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Yang dimaksud qayyidul ‘ilma adalah kuatkan dan hafalkan serta jaga jangan sampai lepas. Ilmu jika terus didengar, hati akan sulit mengingatnya. Ilmu itu diikat lalu dijaga. Jika hati sering lupa, ilmu itu perlahan-lahan akan hilang. Itulah sebabnya kenapa penting untuk mencatat.

Sebagai umat Islam perlunya kita membiasakan diri untuk belajar menulis, karena sahabat Rasulullah SAW juga menulis Al-Qur’an dan Hadits kemudian dibukukan.

3. Allah pun telah mengajarkan kepada hamba-Nya untuk mencatat karena itu bermaslahat untuk mereka, dan Allah Ta’ala berfirman :

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā tadāyantum bidainin ilā ajalim musamman faktubụh,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al-Baqarah: 282)

 

Lalu apa sih yang kita tuliskan agar semudah ceplok telur ?

TULISKANLAH APA YANG ADA DIPIKIRANMU

Yang ada di pikiran kita tentang apa saja tuliskan. Jangan hiraukan tulisan kita bagus atau tidak. Bermanfaat atau tidak, disukai oleh orang lain atau tidak. Jangan ragu yang ada di pikiran tuliskan saja.

Penutup dari narasumber hebat kita bahwa mengulang dari kata-kata Om jay, setiap tulisan akan menemukan takdirnya masing-masing. Tulisan itu datangnya dari hati maka akan sampai ke hati pembacanya. Perbanyak sedekah buku maka rezeki akan dating dari sumber yang tidak disangka-sangka.

=========================

Resume ke 30

Agung Pramono/Gelombang 20

Monday, August 23, 2021

CARA MUDAH PROMOSI BUKU

Narasumber  malam ini pelatihan belajar menulis PGRI  pertemuan ke 19 adalah Bapak Akbar Zainudin, dengan tema Teknik Promosi Buku

Pak Akbar Zainudin dilahirkan di Banyumas, Jawa Tengah,  7 Februari 1973. Alumnus Pondok Modern Gontor tahun 1991. Kuliah S1 di UIN Jakarta dan S2 di Sekolah Bisnis Prasetya Mulya Jakarta. Sekarang menyelesaikan program Doktor Manajemen SDM di Universitas Negeri Jakarta

Beliau seorang trainer dan motivator nasional. Pendiri PT EMJEWE Training dan Coaching serta perusahaan penerbitan buku MJW Book. Penulis buku Man Jadda Wajada. Buku best Seller yang terjual  55.000 eksemplar. Menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang.

 STRATEGI PEMASARAN BUKU

Pada kesempatan ini beliau akan memaparkan tentang cara mudah memasarkan buku. Strategi pemasaran dikenal dengan 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi).

Sebelum kita bahas empat strategi di atas, yang perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua.

1.   STRATEGI PRODUK.

Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dan pa kebutuhan mereka terhadap buku kita..Dengan demikian, konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari target audiens.

2.   STRATEGI HARGA.

Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. 1). harga buku secara umum. 2). Buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa). Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain)

3.   STRATEGI DISTRIBUSI

Distribusi secara umum dibagi menjadi dua: distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal.  Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah: 1). Melalui MLM (Multilevel Marketing) 2). Melalui Penjualan Langsung 3). Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

4.   STRATEGI PROMOSI

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.

Pertama, Launching buku. Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 

Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.

Kedua, Bedah Buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.

Ketiga, melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau bukunya motivasi dan menulis. Maka secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.

Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Keenam, jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita. Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

Ketujuh, memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita.

Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku. 

Sebagai catatan penutup. Sekarang ini sebagai seorang penulis, kita kalau bisa memiliki beberapa keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku.

1.     Keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube, menjadi menarik bagi calon pembaca.

2. Kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad 21.

3. Pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan dengan baik, hidup akan lebih mudah.

 Demikian pemaparan materi malam ini, semoga kita bisa mengambil ilmu dari materi pemasaran buku. Hasil karya kita bisa langsung kita promosikan seperti yang diajarkan oleh pak Akbar Zainudin

==================================================

Resume ke 19

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono.

Saturday, August 21, 2021

MENGENAL LEBIH DEKAT PENERBIT INDIE

 Nara sumber mala mini dalam pelatihan menulis PGRI pertemuan ke 5 adalah bapak Mukminin dari SMP I Kedungping Lamongan Jatim. Menjadi penulis di usia 55 tahun. Pak Mukminin merupakan alumni gelombang 8. Beliau dikenal dengan panggilan Cak Inin dengan motto “ man jadda wa jada, jadilaah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan tidak ada kata terlambat untuk menulis. Tulislah yang anda sukai, anda lihat dan anda dengar serta anda rasakan untuk berbagi pada orang lain”.

Malam ini kita akan mengenal lebih dekat tentang Penerbit Indie. Pada zaman milenial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yg kita bayangkan. Apalagi sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku  menjadi yg bermanfaat bagi orang lain/ pembaca.

Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.

Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar kita terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya.

1."Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

2. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali


Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat.

Seorang yang ingin  bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui:

1. Prawriting

a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar ( Pay attention).

b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.

c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting

Penulis mulai menulis naskah buku sesuai  yang dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang,   naskah mana yang perlu ditambahkan.

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai PUEBI.

5. Publikasi 

Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.

Pertanyaannya apakah Anda sudah mempunyai pandangan penerbit yg akan menerbitkan buku Anda?

Jawabnya adalah penerbit Independen ( penerbit Indie) yg bapak/ibu suka. Contohnya :  Oase, Gemala, YPTD dan  Kamlia Press Lamongan.

Bapak ibu sekalian yg hebat, penerbit buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini  :

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor.

# Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit mayor : Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit indie : Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

# Penerbit mayor : Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar) 

4.  Waktu Penerbitan

# Penerbit mayor :  Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit indie : Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku. 

5.  Royalti

# Penerbit mayor : Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit indie : Umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

# Penerbit mayor : Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

# Penerbit indie : Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

 Semoga semangat menulis kita bisa meniru narasumber malam ini.

==========================

Resume ke 5

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono

Friday, August 20, 2021

LANGKAH MUDAH MENYUSUN BUKU


 

Nara sumber malam ini dipertemuan ke 18 pelatihan belajar menulis PGRI adalah Bapak Yulius Roma Pantandean,S.Pd  dengan tema Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

Pak Yulius Roma Patandean, S.Pd., lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007). Saat ini sementara melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Yulius Roma merupakan Guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia. Guru muda yang berprestasi ini sudah tidak diragukan lagi dalam dunia tulis menulis beberapa bukunya sudah terbit di penerbit mayor  Penerbit Andi.

Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021

Pengantar beliau bahwa yakin bahwa bapak/ibu para sahabat penulis telah menyiapkan rancangan bangunan bukunya setelah beberapa pertemuan. Baik berupa rancangan naskah resume materi maupun rancangan naskah buku solo. Yakinlah dengan kualitas naskah buku yang telah disiapkan. Bagaimana pun sederhananya naskah tulisan kita, ia akan memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya. Hindari rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan. Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan pengeditan dan penyusunan naskah buku yang sistematis.

Agar, terbiasa dengan penyusunan naskah sistematis ini, maka saya menitip untuk CLBK. Bukan Cinta Lama Bersemi Kembali. Tetapi, Coba Lakukan Biasakan dan Konsisten. Memulai sesuatu tentunya tidak mudah. Sama halnya dalam mengumpulkan percikan-percikan naskah buku, demikian pula dalam mengedit dan menyatukan percikan naskah kita. Biarkan saja percikannya menyebar sana-sini di laptop, ketika dinikmati penyusunannya akan menghasilkan karya yang luar biasa.

Langkah-langkah menyusun buku :

1.Menulis naskah buku merupakan sebuah kenikmatan ketika kita menulisnya tanpa beban. Demikian pun ketika kita mulai merapikannya. Beban bahwa naskah kurang berkualitas, masih sedikit, bahasanya kurang keren, dll dibuang jauh-jauh. Yakinkan diri bahwa naskahnya paling unik diantara semua buku yang pernah terbit. Ini langkah awalnya.

2.Jika naskahnya memiliki TOC (Table of Contents), baca ulang urutan judul dan sub judulnya. Mungkin saja ada judul yang cocok di Bab lainnya. Termasuk potongan-potongan naskahnya, hindari ada pengulangan isi paragraf yang persis sama di Bab lainnya.

3.Pastikan ukuran kertasnya A5 dengan jumlah halaman khusus isi buku minimal 75 halaman

4.Beliau menyarankan kita menerbitkan buku solo. Dengan demikian Upayakan ada Kata Pengantar dari orang lain.

5.Tambahkan Prakata selaku penulis.

6.Jika memiliki gambar pendukung, cantumkan sumber gambarnya

7.Editing dan finalisasi.

8.Baca ulang naskahnya untuk memastikan urutan Bab, judul dan sub judulnya sudah sesuai.

Sekedar tambahan bahwa penting untuk sering-sering menyiangi naskah tulisan kita. Kadang ada Bab yang masih minim materinya, tentunya butuh tambahan materi. Jika merasa kesulitan menambahkan kalimat, tambahkanlah contoh-contoh pengalaman nyata yang pernah bapak/ibu jalani yang terkait dengan topik bukunya. 

Menyusun naskah buku sebenarnya tidak memiliki rumus paten, tetapi pada pembiasaan pada diri untuk melakukan pengeditan/penyuntingan. Beliau  memilih untuk terbiasa merapikan naskah sebelum dikirimkan ke penerbit. Naskah yang rapi tentunya sedikit membuat jatuh hati penerbit pada naskah buku kita. Naskah buku yang isinya biasa-biasa saja akan menjadi elegan ketika RAPI.

Jika pada satu waktu naskah yang kita tulis seolah-olah tidak terkait satu sama lain, namun memiliki judul yang berdiri sendiri pada tiap Bab, jadikan saja naskah buku dalam bentuk Bunga Rampai

Menyusun naskah buku adalah momen menikmati tulisan kita. Jatuh bangunnya kita dalam menulis akan dinikmati ketika memasuki tahap menyusun naskah-naskah yang terserak. Membiasakan diri membaca ulang dan menyunting naskah adalah tahap pembiasaan diri untuk untuk menghasilkan karya buku yang elegan. Seringkali ide yang terselip oleh tumpukan pikiran kita akan terungkit kembali dalam proses penyusunan naskah. Jadi, nikmatilah tahap menyatukan naskah-naskah buku sahabat-sahabat sekalian.

Buku-buku yang telah ditulis: Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020); Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020); Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020); Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah (Penerbit Tata Akbar, 2020); Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020); Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit Eduvation, 2021); dan Merajut Asa Di Badai Korona (Penerbit Gemala, 2021), Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik Berpikir Kritis, Kreatif, Mandiri, dan Mampu Berkolaborasi dalam Pembelajaran yang Responsif (Penerbit ANDI, 2021), Metode Belajar Online: Kiat Sukses dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (YPTD 2021).

 ===================================================

Resume ke 18

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono

Mau Jadi Penulis maka Menulislah

Malam ini saya mengikui Kelas Belajar Menulis Nusantara dengan narasumber  Dr. Wijayakusumah,M.Pd dan moderator Raliyanti, S.Sos M.Pd ...