Saturday, August 14, 2021

TUMIS PARE CABE RAWIT DARI HASIL PANEN SENDIRI

 


Pandemi covid 19 melanda dunia tak terkecuali negara kita tercinta Indonesia. Pandemi yang dimulai akhir Desember 2019 yang konon dimulai dari negeri Cina tersebut sudah hampir 2 tahun berlalu. Kalau di Indonesia dimulai bulan Maret 2020. Sudah lebih setahun. Sejak adanya pandemi semua kegiatan kantor dan sekolah dilakukan di rumah. Ibadah juga dari rumah. Perayaan Idul Fitri, Idul Adha dilakukan di rumah. Kegiatan mudik ditiadakan. Sekolah pun melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Belajar dari rumah. Guru memberikan materi dari rumah.Siswa menerima pelajaran di rumah. Semua sector mendapatkan dampak dari adanya pandemic covid 19 tersebut.

Pak Wijaya guru di SMP Labschool Rawamangun ikut merasakan dampaknya. Beliau harus mengadakan pembelajaran jarak jauh. Tidak ada tatap muka lagi. Namun pembelajaran tetap berlangsung dengan menyenangkan. Kesibukan selain mengajar beliau adalah narasumber nasional. Banyak kegiatan seminar dan webinar yang dilakukan. Pak Wijaya juga mempunyai kelas menulis guru yang sudah sampai gelombang 20. Luar biasa kegiatan pak Wijaya dari pagi hingga malam hari. Namun beliau tidak melupakan menulis setiap hari di blog. Banyak tulisan di blog yang menarik. Dari blognya sudah berapa buku saja yang terbit.

Diluar kegiatan tersebut, pak Wijaya masih menyempatkan bercocok tanam. Memanfaatkan tanah pekarangan di sekitar rumahnya.  Tanah yang tadinya tak terurus karena aktifitas mengajar sebelum pandemic yang sibuk. Sekarang saat semua kegatan dilakukan dirumah masih ada waktu untuk membersihkan tanah tersebut. Awalnya menanam kangkung hingga panen. Setelah itu merasa berhasil kemudian pak Wijaya menanam cabe  dan pare. Kita semua tahu cabe adalah pelengkap masakan yang rasanya pedas. Masakan kurang lengkap tanpa ada rasa cabenya. Pare sering kita jumpai di jajanan somay.

Pandemi membuat harga cabe mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Harga cabe mahal. Padahal daya beli masyarakat masih tinggi. Namun perekonomian yang sulit ini membuat  masyarakat akhirnya menanam cabe sendiri. Menanam cabe dirumah menjadi solusi untuk menghemat pengeluaran selain kita bisa memetik semaunya. Menanam cabe juga tidak terlalu sulit, sediakan tanah, siapkan bibit cabenya dan taburkan diatas tanah tersebut. Setelah tumbuh tinggal dipelihara dengan memberikan pupuk dan beberapa bulan kemudian kita bisa memanennya.

Pare adalah salah satu tanaman merambat sejenis labu-labuan. Pare terkenal dengan rasanya yang pahit. Walaupun pahit tanaman pare memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit. Budidaya pare ternyata juga tidak terlalu rumit. Siapkan lahannya, buat lubang tanam dan diberi pupuk. Masukkan biji pare  dan tutup tipis dengan tanah . Setelah tumbuh lakukan pemeliharaan hingga berbuah dan panen.

Hari ini pak Wijaya memanen apa yang pernah di tanam. Benar kata pepatah siapa yang menanam dia yang akan memanen. Tanaman pak Wijaya cabe dan pare hari ini sudah bisa dipetik. Kebetulan sang istri sudah menyiapkan menu khusus yaitu tumis pare cabe rawit. Dengan ditumis pare akan menjadi masakan yang lezat, nikmat serta menjadi ketagihan. Apalagi ketika pare ditumis pedas rasanya akan semakin luar biasa. Dengan menanam sendiri bahan makanan kita aka akan memperkuat ketahanan pangan. Apabila setiap keluarga mau bertanam sayur mayor maka Negara ini akan kuat.

Tantangan menulis

Penulis : Agung Pramono

Friday, August 13, 2021

PROOFREADING MENJADIKAN TULISAN MENARIK


 

Nara sumber malam ini dalam pelatihan menulis PGRI adalah Bapak D Susanto. Lahir di Gombong Kebumen, 29 Juni 1971. Sekarang menjadi Guru kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan. Topik bahasan malam ini adalah : Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan.

Dalam menulis harus dibedakan antara menulis dan mengedit. Ketika "sedang" menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna. Sehingga, muncul kehawatiran : nanti tulisan jelek, tidak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki. Yang terjadi alih-alih tulisan menjadi lebih baik, malah tulisan "nggak jadi-jadi". Setelah tulisan selesai maka sebagai penulis harus bisa menjadi proofreading yang baik sebelum tulisan dipublikasikan di blog atau naskah buku dikirimkan ke penerbit.

Dalam proofreading, memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks yang dimaksud adalah memeriksa kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.

Perbedaan Editing dan proofreading :

Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.

Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.

Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami pembacanya. Jadi, ia harus dapat mengenali apakah sebuah kalimat efektif, struturnya sudah tepat atau belum, hingga memastikan agar substansi tulisan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Anda yang jago bahasa asing, jika mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.

Kesimpulannya bahwa tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Langkah-langkah melakukan Proofreading

1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit

2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

3.  Konsistensi nama dan ketentuan

4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

Penulis yang melakukan proofreading sesungguhnya sedang bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya tulisnya sudah bisa dimengerti dengan mudah.

Jika Anda seorang blogger.

Menghindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Meskipun blog itu milik pribadi dan bebas, pembaca Anda juga harus diperhatikan. Tidak ada kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.

Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Cara mudah untuk memeriksa tulisan.

Baik di Ms Word maupun di blog saya biasanya melakukan pencarian dengan menekan tombol CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F).

        a. Lalu, ketikkan misalnya tanda "," (tanda koma)

        b. Makan muncul highlight teks dengan warna kuning.

Setelah itu kita periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma. Hal yang sama lakukan pada tanda baca lainnya. Jika hal ini kita lakukan maka pos blog menjadi bersih dari kesalahan pengetikan.

Kesimpulan narasumber bahwa kita tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan memiliki kompetensi : penulis, proofreader, editor, sekaligus. Berbahagialah Anda yang memiliki talenta ketiganya.

Namun setidaknya sebagai penulis memiliki keterampilan minimal sebaga penyunting tulisan sendiri, agar calon pembaca kita memahami apa yang kita maksudkan dalam tulisan.

====================================

Resume pertemuan 15

Jumat 13 Agustus 2021

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono

 


Wednesday, August 11, 2021

KIAT MENULIS CERITA FIKSI


 

Nara sumber pelatihan belajar menulis PGRI mala mini adalah bapak Sudomo, S.Pt. Saat ini mengajar IPA di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Seorang seorang pencinta formula fisika, gejala alam semesta, dan rangkaian kata. Sarjana peternakan yang mengajar IPA, tetapi juga mencintai dunia menulis fiksi. Alumni gelombang 16 dan sekarang sudah menjadi narasumber hebat. Tema yang akan disampaikan tentang Kiat Menulis Cerita Fiksi 

Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkan beliau terrbawa semakin dalam ke dunia menulis fiksi pada saat mengikuti kelas menulis Omjay gelombang 16. Saat membuat tugas resume kelas menulis, mencoba berbeda dari yang lain, yaitu menulis resume kelas menulis dengan teknik fiksi. Menulis resume dalam bentuk fiksi ternyata seru.

Kiat Menulis Cerita Fiksi

Pertama, yaitu mengapa kita harus menulis fiksi? Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis fiksi. Alasan utama adalah salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)  adalah Teks Literasi Fiksi. Artinya saat ini kita sebagai guru harus bisa menulis fiksi. Tujuannya agar mudah menyediakan soal latihan bagi murid kita. Alasan berikutnya adalah dengan menulis fiksi akan bermanfaat dalam pengembangan profesi kita sebagai guru. Kumpulan cerita fiksi bisa dibukukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Novel termasuk kategori karya seni kompleks. Kumpulan cerpen bisa termasuk kategori karya seni sederhana.

Kedua, syarat menulis fiksi yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga konsistensi menulis fiksi.

Ketiga, bentuk-bentuk cerita fiksi, yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel. Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita. Selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf.

Keempat, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang.  

Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi. Contoh premis: Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.

Dari contoh jika dijabarkan adalah sebagai berikut:

·        Karakter: anak

·        Tujuan tokoh: kedamaian bumi

·        Rintangan: melawan penyihir jahat

·        Resolusi: belajar sihir

Kelima, kiat menulis fiksi.

·        Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;

·        Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi

·  Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai

·   Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi

·     Menulis, terkait membuka  cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.

·     Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

 ====================================================

Resume pertemuan ke 13

Gelombang 20

9 Agustus 2021

Penulis : Agung Pramono





MENULIS BUKU DALAM SEMINGGU

Nara sumber pada pelatihan belajar menulis PGRI adalah bapak Richardus Eko Indrajit. Lahir  di Jakarta, 24 Januari 1969. Tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika. Nara sumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya dan penulis buku serta jurnal yang sudah dipublikasikan di didalam maupun luar negeri. Prof Eko Indrajit menempuh pendidikan dengan  1 Gelar S1, 5 Gelar S2, dan 3 Gelar S3 - Insya Allah mohon doanya agar gelar S3 keempat dapat diperoleh pada bulan Oktober tahun ini. Luar biasa.

Sesuai dengan judulnya, Prof Eko Indrajit ingin melahirkan penulis-penulis hebat yang tersebar di seluruh wilayah tanah air. Ingin mengajak guru-guru untuk menulis dan menghasilkan buku. Program menulis buku dalam seminggu ini sudah berjalan hampir satu tahun.  Semenjak tanggal 16 Maret 2020, hari pertama belajar dari rumah, beliau  menjadi Youtuber - dimana ilmu PJJ yang dipelajari ketika menjadi mahasiswa di UNJ dan berdasarkan pengalaman disharingkan ke Indonesia melalui EKOJI CHANNEL di Youtube

Hingga kini secara tidak sadar sudah ada lebih dari 500 postingan video. Semua adalah hasil ngobrol, rekaman, seminar, dan webinar selama masa pendemi berlangsung. Videonya berkisar pada 2 ilmu utama, yaitu pendidikan dan teknologi informasi. Pada saat membuat video mengenai pendidikan yang ke-50, beliau  dihubungi Om Jay untuk membuat terobosan bagi guru-guru bloger binaannya. Dari situlah secara on the spot timbul ide "gila" yang ternyata berhasil diwujudkan

Idenya adalah guru-guru yang berminat unuk menjadi penulis buku mayor, dipersilahkan untuk memilih satu dari 50 judul topik yang ada di dalam EKOJI CHANNEL. Setelah masing-masing guru memilih satu judul, maka disepakati dalam dua minggu hingga satu bulan, para guru diminta untuk menuliskan yang ada di video dengan menggunakan kata-kata atau kalimat dari guru penulis

Setelah semua yang  dituliskan (tentu saja dengan struktur yang sudah disepakati bersama), maka para guru untuk melengkapi dan memperkayanya dengan referensi lain yang dapat mereka temukan di internet. Setelah satu bulan, semua hasil karya para guru yang rata-rata di atas 100 halaman, diserahkan ke penerbit Andi. Selanjutnya dilakukan review berdasarkan sejumlah kriteria dan indikator, dan diputuskanlah mana yang harus direvisi minor, mayor, dan yang tanpa revisi untuk diterbitkan

Hasilnya, angkatan pertama yang diberi nama PELOPOR berhasil menerbitkan 19 buah buku, dimana para guru menjadi penulis pertama dan Prof Eko Indrajit ditempatkan sebagai penulis kedua. Berkaca pada keberhasilan tersebut, ternyata meningkatkan motivasi dan gairah guru-guru lain untuk menyusul berkarya, dan secara berturut-turut keluarlah angkatan berikutnya. Lahirlah angkatan lainnya seperti September Ceria, Oktober Impian dan Februari 17. Semua angkatan bekerja sama dengan teman-teman hebat dan profesional dari Penerbit Andi. Alhasil hingga saat ini telah lebih dari 50 buku diterima dan diterbitkan oleh Penerbit Andi, baik dalam bentuk buku fisik maupun e-book. Di bulan Agustus ini, Prof Eko Indrajit,  alumni penulis, dan Penerbit Andi siap meluncurkan angkatan berikutnya, yaitu angkatan Merdeka Menulis.

Awalnya memang terasa sulit, karena inisiatif ini relatif baru bagi para guru, tapi dengan semangat, motivasi diri, dan saling membantu, semuanya indah pada waktunya. Yang membuat bangga Prof Eko Indrajit adalah beberapa hal - pertama adalah selain para guru berhasil menerbitkan buku, ada yang telah berhasil menerbitkan beberapa buku hingga hari ini, dan kedua adalah karena sudah ada yang berani menerbitkan buku secara mandiri - dalam arti kata memulai semuanya dari nol (tanpa harus bertumpu mencari ide dari EKOJI CHANNEL) 

EKOJI CHANNEL adalah sekedar batu pijakan untuk membantu anda yang mengalami kesulitan dalam mencari judul buku yang hendak ditulis. Prof Eko  dan penerbit Andi dengan dukungan PGRI akan segera menerbitkan yang namanya EKOJIPEDIA dimana isinya seperti ensiklopedia, tapi seperangkat lengkap buku-buku tulisan karya guru yang selama ini telah diterbitkan oleh Penerbit ANDI

EKOJIPEDIA ini akan ditawarkan ke berbagai perpustakaan di sekolah-sekolah Indonesia dengan harapan dapat membantu memotivias para guru dalam menghadapi era new normal, mengingat sebagian buku berkisar seputar PJJ dan pemanfaatan teknologi informasi bagi pendidikan.

Luar biasa narasumber malam ini membuat semangat guru-guru yang belajar di group ini berlomba-lomba untuk ikut menulis buku dalam waktu seminggu. Semoga Allah mudahkan langkah kami ini.

=================================================

Resume gelombang 20

Rabu, 11 Agustus 2021

Penulis Agung Pramono

 

Monday, August 2, 2021

CARA JITU MEMASARKAN BUKU


 Ke pasar membeli duku
Jangan lupa membeli gula
Kalau belajar memasarkan buku
Pak Agus Subardana dialah orangnya

Narasumber malam ini  dalam pelatihan kelas menulis PGRI adalah bapak Agus Subardana yang bekerja di Penerbit Andi Yogyakarta selama 17 tahun. Sudah malang melintang di dunia pemasaran. Tema yang akan dikupas dalam materi ini mengenai Pemasaran Buku Saat Menghadapi Pendemi.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan penerbitan buku pada masa pandemic mengalami penurunan.  Jumlah penerbit yang tergabung  di IKAPI 1328 penerbit saat ini banyak yang tumbang atau gulung tikar. Untuk menghadapi hal tersebut perlu strategi yang jitu dan tepat sehingga pemasaran buku merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam paparan diatas dampak  beberapa jaringan toko buku mulai tutup dari Maret 2020 sampai saat ini Juli 2021. Pengunjung  toko buku di mall ada rasa kekuatiran sehingga penurunan omzet 60 -80%. Beberapa penerbit mengurangi distribusi sehingga banyak yang tutup.

Kalau
kita lihat sebelum pandemi, penjualan masih bagus, namun saat pandemic trennya turun lagi. Kita harus mengubah strategi di zona nyaman berubah di penjualan secara online atau digital. Pentingnya transformasi digital dan strategi mempertahankan penjualan


Pilihan strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa demikian, hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku (Katagori buku Anak, buku bisnis, buku pertanian, buku fiksi-novel, buku pengembangan diri, buku teks  dan lain sebagainya). 

Dari jenis–jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis.  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.Faktor mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.Faktor makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini kami dalam menjalankan bisnis penerbitan buku masuk dalam faktor keduanya yaitu faktor mikro dan makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk industri penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori.

Strategi pemasaran buku  telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran :    

1.Strategi pemasaran buku serangan udara

Pemasaran buku serangan udara (online): berpromosi dengan media social. Membuat saluran distribusi dengan web, wa atau media social lain Pemasaran lewat komunitas. Sangat penting dengan cara menciptakan group-group WA. Untuk sarana penjualan buku. Kuncinya proaktif dan komunikatif dengan anggota.

2.Strategi pemasaran buku serangan darat,

Kami Penerbit Andi telah mempunya 87 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju, antara lain :

a). Memetakan toko buku modern yang menganut system titip jual. Menawarkan buku-buku baru.

b).Toko buku semi modern

c).Toko buku tradisional system tunai.

Dimana setiap took buku memiliki administrasi yang berbeda-beda. Agar penjualan buku tetap laris lakukan display yang menarik, mengadakan promo diinternal took buku dan memberikan potongan harga,

Langkah selanjutnya untuk pemasaran buku seraangan darat adalah mendatangi konsumen langsung ke sekolah-sekolah dari tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi.

===============================

Resume ke 10

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono 

 

 

Friday, July 30, 2021

CARA CEPAT MENGATASI WRITER'S BLOCK




Narasumber inspirasi malam ini  dalam pelatihan belajar menulis PGRI adalah Ibu Ditta Widya Utami,S.Pd,Gr dengan tema “Mengatasi Writer's Block. Sebuah materi yang merupakan modal dalam membuat tulisan berkualitas. Narasumber kali ini sarat dengan prestasi. Beliau adalah peraih Penghargaan Bupati Subang (2020), pula peraih Penghargaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai guru berprestasi (2021). Prestasi literasinya yang membanggakan hingga karyanya yang mampu menembus Penerbit Mayor, memberikan jejak prestasi  literasi yang baik bagi tanah Subang.

 

Beliau gemilang dengan karya di masa muda yang membahana, semangat literasi yang luarbiasa memikat hati para pembaca. Mengawali karir sebagai peserta kelas menulis PGRI pada gelombang 7, beliau mampu membuktikan kepiawaiannya dalam menulis, hingga naik kelas menjadi moderator dan menjadi Narasumber di berbagai pelatihan.

Dalam menulis kita akan mengalami yang namanya writer's block

Arti writer's block. wikipedia mengartikan writer's block sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. Sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi untuk menulis merupakan sebagian dari tanda-tanda kita terserang writer's block. Keadaan ini bisa menimpa penulis pemula maupun profesional.Karena writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen/kompetensi menulis


Lalu, berapa lama writer's block bisa terjadi? Jawabannya tergantung seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasi kondisi writer's block tersebut. Dengan kata lain, writer's block  bisa terjadi dalam hitungan menit, jam, hari, bulan, bahkan bertahun-tahun. Mau sampai kapan kita biarkan writer's block ini berlangsung? Agar bisa mengatasi writer's block, langkah penting yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab, kita bisa lebih fokus mencari solusinya.

Penyebab Writer 's Block  Penyebab pertama mencoba metode/topik baru dalam menulis bisa jadi salah satu penyebab Writer 's Block.  Tapi, jika kemudian kita teguhkan komitmen, lalu mencari bahan bacaan tambahan, maka Writer 's Block yang terbentuk bisa segera kita hancurkan. Tak hanya topik baru, metode baru dalam menulis pun bisa membuat kita terserang Writer 's Block. Misal jika kita terbiasa menulis karya tulis ilmiah. Kemudian diminta membuat puisi. Keduanya tentu memiliki metode penulisan yang berbeda.Bagi yang belum terbiasa, tentu akan mengalami kesulitan saat harus menulisnya. Pada kasus ini, mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak Writer 's Block .

Kedua adalah stress. Otak dan tubuh kita bukan mesin, toh? Maka ketika penat, beristirahatlah sejenak. Cari ruang dan udara segar. Lakukan hal-hal yang membahagiakan. Refresh kembali hati dan pikiran kita sehingga kita bisa mendapat inspirasi baru.

Ketiga adalah terlalu perfeksionis pun bisa menjadi penyebab kita sering terkena Writer 's Block . Perfeksionis itu bisa mematikan kreativitas. Saat menulis, orang yang perfeksionis mungkin akan berpikir apakah kalimatnya sudah tepat? Apakah ada kaitan dari paragraf satu ke paragraf lainnya?  Ketika seseorang pernah sangat populer dengan tulisannya. Misal postingan di blog yang baca hingga ratusan bahkan ribuan. Menerbitkan buku hingga best seller. Nah, yang seperti ini pun bisa jadi terjebak dalam lingkup perfeksionis. Tulisan sebelumnya booming, yang sekarang tentu harus booming juga. Harus laku juga. Harus banyak yang baca juga. Kekhawatiran seperti itu justru bisa membuat Writer 's Block  nempel lebih lama pada kita.

Jika ini terjadi, maka ...

Ingatlah kembali alasan awal kita menulis. Tujuan kita menulis. Masa-masa saat kita merintis menjadi seorang penulis. Kemudian kita teguhkan komitmen, lalu mencari bahan bacaan tambahan, maka Writer 's Block  yang terbentuk bisa segera kita hancurkan.

Tak hanya topik baru, metode baru dalam menulis pun bisa membuat kita terserang Writer's Block . Misal jika kita terbiasa menulis karya tulis ilmiah. Kemudian diminta membuat puisi. Keduanya tentu memiliki metode penulisan yang berbeda.Bagi yang belum terbiasa, tentu akan mengalami kesulitan saat harus menulisnya. Pada kasus ini, mempelajari teknik dan banyak berlatih menulis merupakan solusi terbaik untuk meminimalkan dampak Writer's Block .

 ==================================

Resume 30 Juli 2021

Pelatihan Menulis Kelas PGRI 

Penulis : Agung Pramono


MAKAN SIANG PEMACU SELERA


 

Siang ini hidup ini terasa istimewa, setelah istri tercinta memasak kesukaan saya. Maka setelah menyelesaikan kelas PJJ, istri langsung mengajak untuk makan siang. Tadi pagi saya belum sempat sarapan hanya beberapa potong singkong yang menemani beserta segelas teh panas. Kata orang jawa teh "ginastel" Teh yang manis, panas dan kental. Ternyata sarapan pagi tadi tidak bisa membuat perut ini sampai adzan dhuhur. Jam 11.00WIB tadi sebetulnya sudah protes minta diisi. Namun setelah saya beri pengerian bahwa masakan belum matang maka dia tidak protes lagi

Dulu jaman susah makan nasi putih dengan tempe goreng plus sambel kecap sudah nikmat. Inget jaman masih susah. Maaf ya kalau suka menceritakan dulu, biar sekarang tambah bersyukurnya. Kalau pas lagi gajian tempenya diganti telor ceplok, nikmat benar. Ini menu kesukaan saya. Makanya tadi istri pergi ke warung sayuran katanya mau masak yang spesial buat saya. Ternyata masakan spesial bener.  Malah ini ditambah lauk yang bermacam-macam.

Istri menggelar karpet merah untuk makan siang ini. Kata orang sekarang makan lesehan. Cuma nggak ada meja makan kecil seperti di warung-warung tenda lesehan. Nasi cap Rojo lele yang terkenal pulen sudah membuat selera makan ini bagai pedal gas yang diinjak poll. Langsung lari ingin makan saja. Tanpa apa-apa kalau nasinya sudah enak maka makanpun lahap. Teman dari nasi istri membuat oseng-oseng wortel dan sedikit kacang. Oseng-oseng ini membuat tambah nikmat saja.

Agar selera tambah maka sambel kecap tersaji. Irisan cabe dicampur kecap menambah sensasi makan siang saya, apalagi ditemani istri tercinta. Kebetulan anak-anak lagi nggak dirumah, maka serasa rumah milik berdua. Eh lupa saya pun mengambil ikan Nila merah. Ikan yang dibumbui ketumbar dicampur garam terus di goreng dimakan saat panas, wuih..yummy...yummy kata anak sekarang.

Ternyata ada sambel goreng ati yang dibuat istri saya sampai saya bingung untuk memakannya yang mana dulu ini. Tempe goreng tanpa baju eh tanpa tepung penambah selera makan saya untuk nambah lagi. Siasat saya kalau nambah pasti lauknya saya nggak habiskan, sehingga kalau nambah enak dan istri tidak komentar. Lauk masih nambah nasi, tatkala mau nambah lauk maka nasi jangan dihabiskan. Sehingga nambah nasi,nambah lauk tanpa kelihatan kalau makan kita banyak...

Hidup kalau kita syukuri, kata pak ustadz maka akan ditambah nikmat kita. Makanya kita bersyukur bila hari ini makan yang komplit. Maka masakan istri harus kita nikmati dengan senikmt-nikmatnya. Jangan pernah menolak atau mencela masakan istri, pasti besoknya tidak mau masak yang spesial lagi.

=======================

Penulis : Agung Pramono

Gelombang 20

 


Mau Jadi Penulis maka Menulislah

Malam ini saya mengikui Kelas Belajar Menulis Nusantara dengan narasumber  Dr. Wijayakusumah,M.Pd dan moderator Raliyanti, S.Sos M.Pd ...