Wednesday, August 18, 2021

CARA MUDAH MENULIS BUKU NON FIKSI


Narasumber malam ini dalam pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 20 adalah Ibu Musiin. Akrab dipanggin Ibu Iin. Lahir di kota Tahu Takwa Kediri dan seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri sejak tahun 1998. Lulus S1 dari  IKIP negeri Malang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Strata II di Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra mulai tahun 2006-2009.

Di lingkungan dunia pendidikan, ia aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat Kabupaten Kediri. Selain mengajar, Bu Iin juga founder organisasi swadaya masyarakat YAPSI yang berdiri sejak tahun 1991. Dalam bidang kewirausahaan, Bu Iin merupakan founder PT In Jaya yang bergerak di bidang ekspedisi untuk pendistribusian produksi Indomarco dan Indolakto Pasuruan. Selain pemasok bahan baku tebu  bagi pabrik gula di wilayah Madiun, Malang dan Kediri. Luar biasa.

Ibu Iin alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8. Berhasil menulis buku bersama Prof Eko dan bukunya berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Bukunya dengan judul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi. Beliau berhasil mengalahkan ketakutan dari diri sendiri.

Ketakutan  yang saya rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:

1.      Takut tidak ada yang membaca.

2.      Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

3.      Merasa karya orang lain lebih bagus.

  

Ketakutan itu yang sering kali membuat dirinya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun. Setelah mendapat materi dari Prof Eko yang membuat Ibu Iin menjadi berani untuk menulis. 

Prof. Eko diibaratkan sebagai seorang Master  Chef  yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof EKOJI Channel.  Kita  bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita,  atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan.

Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya.

Sebelum menulis buku, Bapak ibu harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis. Alasan saya ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:

1.      Mewariskan ilmu lewat buku.

2.     Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.

3.      Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Kutipan terkenal dari Imam  Ghazali dan Pramoedya Ananta Toer menjadi penguat mengapa saya ingin menjadi penulis.

Bapak Ibu penulis hebat,malam ini kita membahas buku nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari

    sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran

2.  Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses Contoh: Buku Panduan

3.  Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir.

    Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam

    hal ini antar bab setara)

Pola yang saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster. 

Proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni

Langkah Pertama : Pratulis

1.      Menentukan tema

2.      Menemukan ide

3.      Merencanakan jenis tulisan

4.      Mengumpulkan bahan tulisan

5.      Bertukar pikiran

6.      Menyusun daftar

7.      Meriset

8.      Membuat Mind Mapping

9.      Menyusun kerangka

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dan lain-lain. Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal :  pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa, status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram, imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan dan membaca buku

Jadi Bapak Ibu penulis hebat, semua hal bisa menjadi ide tulisan kita. Sekarang kembali ke buku yang ibu Iin tulis. Tema yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020. Selanjutnya mencari referensi tentang literasi digital. Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet.

Referensi terdiri dari :

1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal, nonformal atau informal.

2. Keterampilan yang diperoleh secara formal, nonformal atau informal.

3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini.

4. Penemuan yang telah didapatkan.

5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka. Kerangka tersebut diajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan. Berikut ini adalah anatomi sebuah buku non-fiksi.

1.      Halaman Judul

2.      Halaman Persembahan (opsional)

3.      Halaman Daftar Isi

4.      Halaman Kata Pengantar (opsional, minta kepada tokoh yang   

         berpengaruh)

5.      Halaman Prakata

6.      Halaman Ucapan Terima Kasih (opsional)

7.      Bagian /Bab

8.      Halaman Lampiran (opsional)

9.      Halaman Glosarium

10.    Halaman Daftar Pustaka

11.    Halaman Indeks

12.    Halaman Tentang Penulis 

Langkah kedua : Menulis Draf

1.   Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

2.   Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide

      dituliskan

Langkah ketiga : Merevisi Draf

1.      Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian

2.      Memeriksa gambaran besar dari naskah.

Langkah keempat : Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

1.      Ejaan

2.      Tata bahasa

3.      Diksi

4.      Data dan fakta

5.      Legalitas dan norma

KBBI online sangat membantu penulis dalam menyunting naskah.

Langkah kelima : Menerbitkan.

Dalam menulis buku pastinya akan mendapatkan hambatan-hambatan dalam menulis. Hambatan-hambatan dalam menulis berupa hambatan waktu, hambatan kreativitas, hambatan teknis, hambatan tujuan dan hambatan psikologis.

Cara mengatasinyan dengan banyak membaca, mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber, disiplin menulis setiap hari dan pergi ke pasar atau memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)

Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis  mengukir perjalanan  hidup kita. Jadi,  semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak. Apakah hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang tidak meninggalkan jejak keabadian. 

Bapak Ibu yang hebat, menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip. Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir  cinta menulis.


===========================================================

Resume pertemuan 17

Gelombang 20/ 18 Agustus 2021

Penulis : Agung Pramono

Monday, August 16, 2021

KELENGKAPAN NASKAH BUKU

Narasumber malam ini dalam pelatihan belajar menulis PGRI adalah ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD. Saya memanggilnya Cikgu Tere. Beliau adalah salah satu alumni gelombang ke-4 yang bukunya terbit ke penerbit mayor PT Andi Offset. Menurut bu There  sebenarnya baru dalam menulis buku.  Terutama mulai produktif sejak mengenal Om Jay dalam belajar menulis PGRI.

Beberapa buku solo sudah diterbitkan yg terbit mulai tahun 2020. Buku ke empat dengan judul Belajar Dalam Mengajar terbit tahun 2021 setelah menyelesaikan tantangan menulis di blog setiap hari brsama YPTD. Selain itu buku antologi yg ditulis tidak disimpan.  Karena biasanya buku antologinya menjadi pemenang di beberapa kegiatan menulis bareng.

Bapak/Ibu, tentunya kita berharap bahwa sebentar lagi kita akan mendapatkan mahkota sebagai penulis, yaitu buku. Oleh karena itu,  materi malam ini,  tentang kelengkapan naskah untuk menjadi sebuah buku. Jika kita ingin menulis buku, kemudian bukunya ingin diterbitkan dan dicetak oleh penerbit,  maka kita harus melengkapi naskah buku kita dengan beberapa kelengkapan ini.

Sebenarnya itu belum semuanya. Masih ada bagian-bagian lain dari kelengkapan buku.  Seperti cover,  daftar pustaka,  dll. Tapi pada malam hari ini,  kita akan fokus pada empat bagian kelengkapan naskah di atas.


Bagian pertama adalah Prakata.

Berdasarkan pengalaman beliau sebagai penulis, pernah mengalami kebingungan antara prakata dan kata pengantar. Ternyata prakata berbeda dengan kata pengantar. Bapak/Ibu sudah jelas kan bedanya. Nanti juga Bpk/Ibu pasti akan segera mendapatkan kata pengantar dari Om Jay di buku yg akan bapak/ibu terbitkan. Sabar dan semangat ya.


Bagian kedua yaitu daftar Isi.

Narasumber punya pengalaman menarik saat menulis buku dalam waktu satu minggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit. Saat itu Prof. Eko memberikan challenge dlm kegiatan menulis seperti ini dan beliau tertarik untuk mengikutinya. Akhirnya,  setelah kelas belajar melalui WA selesai,  bu There langsung buat Outline buku  tersebut dan dikirimkan ke Prof. Eko keesokan harinya.

Saat itu hanya membuat 3 Bab yang diperkirakan hampir 60 halaman. Karena targetnya satu minggu. Oh ya,  judul bukunya adalah Belajar Semudah Klik. Merasa dikejar - kejar waktu.  Tapi untungnya dengan adanya outline ini,  bisa  tetap fokus pada inti setiap bab.  Jadi outline ini sangat membantu sekali. Tidak ada istilah mental blocking.

Akhirnya Prof. Eko meminta saya untuk menambah jumlah Bab dan halaman. Pengalaman menarik berikutnya adalah ketika baru tahu bahwa ada cara mudah membuat daftar isi otomatis menggunakan microsoft word.

Bagian ketiga adalah Sinopsis

Narasumber ingat ketika buku yang  berjudul Belajar Semudah Klik sedang proses review oleh Penerbit Andi. Luar biasa sensasinya. Karena kita tahu bersama bahwa Penerbit Andi adalah penerbit mayor. Proses seleksi sangat ketat. Dan saat itu, harus mengirimkan sinopsis buku tersebut. Berulang kali mencari referensi dan membaca ulang sinopsis yang dibuat.

Sinopsis menceritakan keseluruhan isi buku secara ringkas. Sedangkan Blurb hanya menuliskan bagian - bagian menarik dari sebuah buku.  Penanda utama blurb adalah pertanyaan yang mengundang rasa ingin tahu pembaca.


Bagian keempat adalah profil penulis.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah profil penulis merupakan pendukung isi buku yang kita tulis.  Maksudnya jika kita menulis tentang tips menulis di blog,  minimal kita sudah mempunyai kompetensi di bidang itu.  Mungkin kita bisa menuliskan penghargaan sebagai blogger.

Juga harus relevan. Misalnya kita menulis tentang pendidikan,  tapi kita berlatar belakang non pendidikan,  maka itu tidak relevan.  Sehingga dapat menurunkan kepercayaan pembaca buku kita.

Dan hal penting lainnya adalah menuliskan nomor kontak penulis yang dapat dihubungi.  Terutama adalah jika pihak penerbit ingin melakukan editing dan perlu menghubungi kita.  Selain itu bisa juga menjalin komunikasi dengan para pembaca buku kita.

Misalnya ketika kita menulis buku tentang Aplikasi Pembelajaran,  bisa saja kita dihubungi oleh pembaca yang ingin mengundang kita sebagai narasumber pelatihan terkait topik tersebut.


 =====================================

Resume pertemuan 16
Gelombang 20
Senin, 16 Agustus 2021
Penulis Agung Pramono

Saturday, August 14, 2021

TUMIS PARE CABE RAWIT DARI HASIL PANEN SENDIRI

 


Pandemi covid 19 melanda dunia tak terkecuali negara kita tercinta Indonesia. Pandemi yang dimulai akhir Desember 2019 yang konon dimulai dari negeri Cina tersebut sudah hampir 2 tahun berlalu. Kalau di Indonesia dimulai bulan Maret 2020. Sudah lebih setahun. Sejak adanya pandemi semua kegiatan kantor dan sekolah dilakukan di rumah. Ibadah juga dari rumah. Perayaan Idul Fitri, Idul Adha dilakukan di rumah. Kegiatan mudik ditiadakan. Sekolah pun melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Belajar dari rumah. Guru memberikan materi dari rumah.Siswa menerima pelajaran di rumah. Semua sector mendapatkan dampak dari adanya pandemic covid 19 tersebut.

Pak Wijaya guru di SMP Labschool Rawamangun ikut merasakan dampaknya. Beliau harus mengadakan pembelajaran jarak jauh. Tidak ada tatap muka lagi. Namun pembelajaran tetap berlangsung dengan menyenangkan. Kesibukan selain mengajar beliau adalah narasumber nasional. Banyak kegiatan seminar dan webinar yang dilakukan. Pak Wijaya juga mempunyai kelas menulis guru yang sudah sampai gelombang 20. Luar biasa kegiatan pak Wijaya dari pagi hingga malam hari. Namun beliau tidak melupakan menulis setiap hari di blog. Banyak tulisan di blog yang menarik. Dari blognya sudah berapa buku saja yang terbit.

Diluar kegiatan tersebut, pak Wijaya masih menyempatkan bercocok tanam. Memanfaatkan tanah pekarangan di sekitar rumahnya.  Tanah yang tadinya tak terurus karena aktifitas mengajar sebelum pandemic yang sibuk. Sekarang saat semua kegatan dilakukan dirumah masih ada waktu untuk membersihkan tanah tersebut. Awalnya menanam kangkung hingga panen. Setelah itu merasa berhasil kemudian pak Wijaya menanam cabe  dan pare. Kita semua tahu cabe adalah pelengkap masakan yang rasanya pedas. Masakan kurang lengkap tanpa ada rasa cabenya. Pare sering kita jumpai di jajanan somay.

Pandemi membuat harga cabe mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Harga cabe mahal. Padahal daya beli masyarakat masih tinggi. Namun perekonomian yang sulit ini membuat  masyarakat akhirnya menanam cabe sendiri. Menanam cabe dirumah menjadi solusi untuk menghemat pengeluaran selain kita bisa memetik semaunya. Menanam cabe juga tidak terlalu sulit, sediakan tanah, siapkan bibit cabenya dan taburkan diatas tanah tersebut. Setelah tumbuh tinggal dipelihara dengan memberikan pupuk dan beberapa bulan kemudian kita bisa memanennya.

Pare adalah salah satu tanaman merambat sejenis labu-labuan. Pare terkenal dengan rasanya yang pahit. Walaupun pahit tanaman pare memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit. Budidaya pare ternyata juga tidak terlalu rumit. Siapkan lahannya, buat lubang tanam dan diberi pupuk. Masukkan biji pare  dan tutup tipis dengan tanah . Setelah tumbuh lakukan pemeliharaan hingga berbuah dan panen.

Hari ini pak Wijaya memanen apa yang pernah di tanam. Benar kata pepatah siapa yang menanam dia yang akan memanen. Tanaman pak Wijaya cabe dan pare hari ini sudah bisa dipetik. Kebetulan sang istri sudah menyiapkan menu khusus yaitu tumis pare cabe rawit. Dengan ditumis pare akan menjadi masakan yang lezat, nikmat serta menjadi ketagihan. Apalagi ketika pare ditumis pedas rasanya akan semakin luar biasa. Dengan menanam sendiri bahan makanan kita aka akan memperkuat ketahanan pangan. Apabila setiap keluarga mau bertanam sayur mayor maka Negara ini akan kuat.

Tantangan menulis

Penulis : Agung Pramono

Friday, August 13, 2021

PROOFREADING MENJADIKAN TULISAN MENARIK


 

Nara sumber malam ini dalam pelatihan menulis PGRI adalah Bapak D Susanto. Lahir di Gombong Kebumen, 29 Juni 1971. Sekarang menjadi Guru kelas SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan. Topik bahasan malam ini adalah : Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan.

Dalam menulis harus dibedakan antara menulis dan mengedit. Ketika "sedang" menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna. Sehingga, muncul kehawatiran : nanti tulisan jelek, tidak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya. Akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki. Yang terjadi alih-alih tulisan menjadi lebih baik, malah tulisan "nggak jadi-jadi". Setelah tulisan selesai maka sebagai penulis harus bisa menjadi proofreading yang baik sebelum tulisan dipublikasikan di blog atau naskah buku dikirimkan ke penerbit.

Dalam proofreading, memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks yang dimaksud adalah memeriksa kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata.

Perbedaan Editing dan proofreading :

Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.

Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.

Pengeditan merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.

Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami pembacanya. Jadi, ia harus dapat mengenali apakah sebuah kalimat efektif, struturnya sudah tepat atau belum, hingga memastikan agar substansi tulisan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Anda yang jago bahasa asing, jika mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.

Kesimpulannya bahwa tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Langkah-langkah melakukan Proofreading

1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit

2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI

3.  Konsistensi nama dan ketentuan

4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

Penulis yang melakukan proofreading sesungguhnya sedang bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya tulisnya sudah bisa dimengerti dengan mudah.

Jika Anda seorang blogger.

Menghindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. Meskipun blog itu milik pribadi dan bebas, pembaca Anda juga harus diperhatikan. Tidak ada kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman.

Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Cara mudah untuk memeriksa tulisan.

Baik di Ms Word maupun di blog saya biasanya melakukan pencarian dengan menekan tombol CTRL bersamaan dengan tombol huruf F (CTRL+F).

        a. Lalu, ketikkan misalnya tanda "," (tanda koma)

        b. Makan muncul highlight teks dengan warna kuning.

Setelah itu kita periksa apakah ada kesalahan atau ada spasi antara kata dengan tanda koma. Hal yang sama lakukan pada tanda baca lainnya. Jika hal ini kita lakukan maka pos blog menjadi bersih dari kesalahan pengetikan.

Kesimpulan narasumber bahwa kita tidak mungkin menguasai segalanya, hanya orang-orang tertentu yang ditakdirkan memiliki kompetensi : penulis, proofreader, editor, sekaligus. Berbahagialah Anda yang memiliki talenta ketiganya.

Namun setidaknya sebagai penulis memiliki keterampilan minimal sebaga penyunting tulisan sendiri, agar calon pembaca kita memahami apa yang kita maksudkan dalam tulisan.

====================================

Resume pertemuan 15

Jumat 13 Agustus 2021

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono

 


Wednesday, August 11, 2021

KIAT MENULIS CERITA FIKSI


 

Nara sumber pelatihan belajar menulis PGRI mala mini adalah bapak Sudomo, S.Pt. Saat ini mengajar IPA di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Seorang seorang pencinta formula fisika, gejala alam semesta, dan rangkaian kata. Sarjana peternakan yang mengajar IPA, tetapi juga mencintai dunia menulis fiksi. Alumni gelombang 16 dan sekarang sudah menjadi narasumber hebat. Tema yang akan disampaikan tentang Kiat Menulis Cerita Fiksi 

Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkan beliau terrbawa semakin dalam ke dunia menulis fiksi pada saat mengikuti kelas menulis Omjay gelombang 16. Saat membuat tugas resume kelas menulis, mencoba berbeda dari yang lain, yaitu menulis resume kelas menulis dengan teknik fiksi. Menulis resume dalam bentuk fiksi ternyata seru.

Kiat Menulis Cerita Fiksi

Pertama, yaitu mengapa kita harus menulis fiksi? Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis fiksi. Alasan utama adalah salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)  adalah Teks Literasi Fiksi. Artinya saat ini kita sebagai guru harus bisa menulis fiksi. Tujuannya agar mudah menyediakan soal latihan bagi murid kita. Alasan berikutnya adalah dengan menulis fiksi akan bermanfaat dalam pengembangan profesi kita sebagai guru. Kumpulan cerita fiksi bisa dibukukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Novel termasuk kategori karya seni kompleks. Kumpulan cerpen bisa termasuk kategori karya seni sederhana.

Kedua, syarat menulis fiksi yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga konsistensi menulis fiksi.

Ketiga, bentuk-bentuk cerita fiksi, yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel. Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita. Selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf.

Keempat, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang.  

Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi. Contoh premis: Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.

Dari contoh jika dijabarkan adalah sebagai berikut:

·        Karakter: anak

·        Tujuan tokoh: kedamaian bumi

·        Rintangan: melawan penyihir jahat

·        Resolusi: belajar sihir

Kelima, kiat menulis fiksi.

·        Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;

·        Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi

·  Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai

·   Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi

·     Menulis, terkait membuka  cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.

·     Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

 ====================================================

Resume pertemuan ke 13

Gelombang 20

9 Agustus 2021

Penulis : Agung Pramono





MENULIS BUKU DALAM SEMINGGU

Nara sumber pada pelatihan belajar menulis PGRI adalah bapak Richardus Eko Indrajit. Lahir  di Jakarta, 24 Januari 1969. Tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika. Nara sumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya dan penulis buku serta jurnal yang sudah dipublikasikan di didalam maupun luar negeri. Prof Eko Indrajit menempuh pendidikan dengan  1 Gelar S1, 5 Gelar S2, dan 3 Gelar S3 - Insya Allah mohon doanya agar gelar S3 keempat dapat diperoleh pada bulan Oktober tahun ini. Luar biasa.

Sesuai dengan judulnya, Prof Eko Indrajit ingin melahirkan penulis-penulis hebat yang tersebar di seluruh wilayah tanah air. Ingin mengajak guru-guru untuk menulis dan menghasilkan buku. Program menulis buku dalam seminggu ini sudah berjalan hampir satu tahun.  Semenjak tanggal 16 Maret 2020, hari pertama belajar dari rumah, beliau  menjadi Youtuber - dimana ilmu PJJ yang dipelajari ketika menjadi mahasiswa di UNJ dan berdasarkan pengalaman disharingkan ke Indonesia melalui EKOJI CHANNEL di Youtube

Hingga kini secara tidak sadar sudah ada lebih dari 500 postingan video. Semua adalah hasil ngobrol, rekaman, seminar, dan webinar selama masa pendemi berlangsung. Videonya berkisar pada 2 ilmu utama, yaitu pendidikan dan teknologi informasi. Pada saat membuat video mengenai pendidikan yang ke-50, beliau  dihubungi Om Jay untuk membuat terobosan bagi guru-guru bloger binaannya. Dari situlah secara on the spot timbul ide "gila" yang ternyata berhasil diwujudkan

Idenya adalah guru-guru yang berminat unuk menjadi penulis buku mayor, dipersilahkan untuk memilih satu dari 50 judul topik yang ada di dalam EKOJI CHANNEL. Setelah masing-masing guru memilih satu judul, maka disepakati dalam dua minggu hingga satu bulan, para guru diminta untuk menuliskan yang ada di video dengan menggunakan kata-kata atau kalimat dari guru penulis

Setelah semua yang  dituliskan (tentu saja dengan struktur yang sudah disepakati bersama), maka para guru untuk melengkapi dan memperkayanya dengan referensi lain yang dapat mereka temukan di internet. Setelah satu bulan, semua hasil karya para guru yang rata-rata di atas 100 halaman, diserahkan ke penerbit Andi. Selanjutnya dilakukan review berdasarkan sejumlah kriteria dan indikator, dan diputuskanlah mana yang harus direvisi minor, mayor, dan yang tanpa revisi untuk diterbitkan

Hasilnya, angkatan pertama yang diberi nama PELOPOR berhasil menerbitkan 19 buah buku, dimana para guru menjadi penulis pertama dan Prof Eko Indrajit ditempatkan sebagai penulis kedua. Berkaca pada keberhasilan tersebut, ternyata meningkatkan motivasi dan gairah guru-guru lain untuk menyusul berkarya, dan secara berturut-turut keluarlah angkatan berikutnya. Lahirlah angkatan lainnya seperti September Ceria, Oktober Impian dan Februari 17. Semua angkatan bekerja sama dengan teman-teman hebat dan profesional dari Penerbit Andi. Alhasil hingga saat ini telah lebih dari 50 buku diterima dan diterbitkan oleh Penerbit Andi, baik dalam bentuk buku fisik maupun e-book. Di bulan Agustus ini, Prof Eko Indrajit,  alumni penulis, dan Penerbit Andi siap meluncurkan angkatan berikutnya, yaitu angkatan Merdeka Menulis.

Awalnya memang terasa sulit, karena inisiatif ini relatif baru bagi para guru, tapi dengan semangat, motivasi diri, dan saling membantu, semuanya indah pada waktunya. Yang membuat bangga Prof Eko Indrajit adalah beberapa hal - pertama adalah selain para guru berhasil menerbitkan buku, ada yang telah berhasil menerbitkan beberapa buku hingga hari ini, dan kedua adalah karena sudah ada yang berani menerbitkan buku secara mandiri - dalam arti kata memulai semuanya dari nol (tanpa harus bertumpu mencari ide dari EKOJI CHANNEL) 

EKOJI CHANNEL adalah sekedar batu pijakan untuk membantu anda yang mengalami kesulitan dalam mencari judul buku yang hendak ditulis. Prof Eko  dan penerbit Andi dengan dukungan PGRI akan segera menerbitkan yang namanya EKOJIPEDIA dimana isinya seperti ensiklopedia, tapi seperangkat lengkap buku-buku tulisan karya guru yang selama ini telah diterbitkan oleh Penerbit ANDI

EKOJIPEDIA ini akan ditawarkan ke berbagai perpustakaan di sekolah-sekolah Indonesia dengan harapan dapat membantu memotivias para guru dalam menghadapi era new normal, mengingat sebagian buku berkisar seputar PJJ dan pemanfaatan teknologi informasi bagi pendidikan.

Luar biasa narasumber malam ini membuat semangat guru-guru yang belajar di group ini berlomba-lomba untuk ikut menulis buku dalam waktu seminggu. Semoga Allah mudahkan langkah kami ini.

=================================================

Resume gelombang 20

Rabu, 11 Agustus 2021

Penulis Agung Pramono

 

Monday, August 2, 2021

CARA JITU MEMASARKAN BUKU


 Ke pasar membeli duku
Jangan lupa membeli gula
Kalau belajar memasarkan buku
Pak Agus Subardana dialah orangnya

Narasumber malam ini  dalam pelatihan kelas menulis PGRI adalah bapak Agus Subardana yang bekerja di Penerbit Andi Yogyakarta selama 17 tahun. Sudah malang melintang di dunia pemasaran. Tema yang akan dikupas dalam materi ini mengenai Pemasaran Buku Saat Menghadapi Pendemi.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan penerbitan buku pada masa pandemic mengalami penurunan.  Jumlah penerbit yang tergabung  di IKAPI 1328 penerbit saat ini banyak yang tumbang atau gulung tikar. Untuk menghadapi hal tersebut perlu strategi yang jitu dan tepat sehingga pemasaran buku merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam paparan diatas dampak  beberapa jaringan toko buku mulai tutup dari Maret 2020 sampai saat ini Juli 2021. Pengunjung  toko buku di mall ada rasa kekuatiran sehingga penurunan omzet 60 -80%. Beberapa penerbit mengurangi distribusi sehingga banyak yang tutup.

Kalau
kita lihat sebelum pandemi, penjualan masih bagus, namun saat pandemic trennya turun lagi. Kita harus mengubah strategi di zona nyaman berubah di penjualan secara online atau digital. Pentingnya transformasi digital dan strategi mempertahankan penjualan


Pilihan strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa demikian, hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku (Katagori buku Anak, buku bisnis, buku pertanian, buku fiksi-novel, buku pengembangan diri, buku teks  dan lain sebagainya). 

Dari jenis–jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis.  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1.Faktor mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2.Faktor makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini kami dalam menjalankan bisnis penerbitan buku masuk dalam faktor keduanya yaitu faktor mikro dan makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk industri penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori.

Strategi pemasaran buku  telah kami petakan menjadi dua strategi pemasaran :    

1.Strategi pemasaran buku serangan udara

Pemasaran buku serangan udara (online): berpromosi dengan media social. Membuat saluran distribusi dengan web, wa atau media social lain Pemasaran lewat komunitas. Sangat penting dengan cara menciptakan group-group WA. Untuk sarana penjualan buku. Kuncinya proaktif dan komunikatif dengan anggota.

2.Strategi pemasaran buku serangan darat,

Kami Penerbit Andi telah mempunya 87 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju, antara lain :

a). Memetakan toko buku modern yang menganut system titip jual. Menawarkan buku-buku baru.

b).Toko buku semi modern

c).Toko buku tradisional system tunai.

Dimana setiap took buku memiliki administrasi yang berbeda-beda. Agar penjualan buku tetap laris lakukan display yang menarik, mengadakan promo diinternal took buku dan memberikan potongan harga,

Langkah selanjutnya untuk pemasaran buku seraangan darat adalah mendatangi konsumen langsung ke sekolah-sekolah dari tingkat PAUD sampai Perguruan Tinggi.

===============================

Resume ke 10

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono 

 

 

Mau Jadi Penulis maka Menulislah

Malam ini saya mengikui Kelas Belajar Menulis Nusantara dengan narasumber  Dr. Wijayakusumah,M.Pd dan moderator Raliyanti, S.Sos M.Pd ...