Thursday, July 22, 2021

CARA CEPAT MENULIS DI BLOG


 Materi malam ini akan disampaikan oleh  ibu Maesaroh, MPd. dengan tema Trik Cepat Menulis Resume di Blog Narasumber kita pada hari ini  adalah  seorang guru di SMPN 1 Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten. Beliau merupakan salah satu peserta berprestasi di Kelas Belajar Menulis Gelombang 18.  Kepiawaian, kelihaian dan semangat beliau dalam menulis resume patut diacungi jempol selalu menduduki tangga pertama dalam pengumpulan resume.

Mengapa perlu cepat menulis resume. Untuk mengenalkan hasil tulisan kita pada khalayak ramai dengan mindset apabila kita menempatkan tulisan kita di urutan teratas besar kemungkinan kita akan memiliki banyak pengunjung. Pengalaman menulis resume pertama kali di nomor 1 dalam waktu 24 jam blog ibu Maesaroh  dikunjungi oleh 220 viewer dengan 54 komentar positif. Berbekal  alasan itu maka membuat motivasinya meningkat Selain itu perlu adanya konsisten dalam menulis cepat juga mengundang motivasi rekan akhirnya saling berlomba-lomba 

Agar cepat menulis resume. Jika kita serius ingin belajar maka kita harus serius dengan mempersiapkan banyak hal. Salah satunya dengan menyiapkan dua alat piranti yaitu HP dan laptop HP digunakan untuk menyimpan materi laptop digunakan membuat resume 

Mind set. Untuk menjadi penulis yang handal kita harus mengatur pola pikir kita untuk memiliki karakter sehingga orang lain akan membaca tulisan kita tanpa diminta. Karakter juga bisa mengandung arti bahwa tulisan kita memiliki keunikan atau kekhasan dalam bahasa tulisan. Beliau mengemas tulisan dengan gaya yang khas membuat rekan-rekan selalu menanti resume pertama.  Beliau menyisipkan sebuah kutipan pada resume adalah kekhasan tulisannya. Kutipan dirasa penting untuk menambah bumbu dalam tulisan kita .

Dari pengantar tersebut maka trik cepat menulis resume adalah sebagai berikut:
1. Beliau selalu membiasakan diri duduk 10 menit di depan laptop sebelum materi dimulai.
2. Selama menunggu tersebut beliau merangkai paragraf pembuka yang selalu dikemas dengan bahasa yang puitis serta menulis paragraf penutup dengan menyisipkan kalimat-kalimat motivasi 
3. Tulislah dengan paragraf yang pendek-pendek. Pembaca blok cenderung bosan membaca paragraf yang lama selesai. Membuat paragraf pendek menjadikan tulisan kita mudah dipahami dan disimpulkan
4. Menulis pernyataan narasumber dengan gaya bahasa paralelisme atau bisa saja mengadopsi semua bahasa sumber namun ditulis dengan bahasa sendiri.

Karena konsisten dalam menulis cepat Ibu Maesaroh sering mendapat hadiah buku. Sejumlah 7 buah buku didapat secara gratisan 
Sebagai penulis pemula memang bukan hal mudah untuk menumbuhkan sikap percaya diri. Untuk menjadi penulis handal kita harus memupuk mental baja dalam menulis dengan cara :
1.  Menanamkan rasa percaya diri jangan merasa malu karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luar biasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis 
2. Siap dengan segala kritikan meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak daripada budaya mengkritik namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan
3  Bangunlah tulisan di berbagai blog. Hal ini amat perlu karena terkadang orang akan bosan melihat penampilan yang itu-itu saja. Menulis di berbagai  blog juga menanamkan mental tulis yang mudah beradaptasi dan teruslah memberi perubahan.
Setiap hari beliau membiasakan menulis dengan genre yang berbeda-beda. Usahakan tiap hari menulis pada blog yang berbeda-beda Dengan begitu kita akan mempunyai banyak variasi dalam menulis. Jadilah manusia cerdas  yang siap menerima beban.  Siap dengan segala keadaan dan siap dengan segala tantangan tanamkan konsistensi yang kuat karena hidup itu butuh target.


Biodata Narasumber :
Nama Ibu Maesaroh,M.Pd. Menyelesaikan S1 di STKIP Seiabudhi  Rangkasbitung  tahun 2018 dan S2 di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Buku yang pernah di tulisnya 1). Buku antologi  Rinai Rindu Sang Guru. 2). Buku antologi  Pantun Rona  Ramadhan. 3) Buku antologi  Purwakarya  Literasi 4). Buku duo literasi digital bersama Prof. Eko Indrajit 5) Buku Solo Trik Menjadi penulis  Milenial


Resume ke 2
14 Juli 2021
Agung Pramono 

Wednesday, July 21, 2021

MENULIS SEBAGAI PASSION


Malam ini tokoh inspirasi adalah ibu Dra Sri Sugiastuti,M,Pd dengan materi Menjadikan menuls sebagai Pasion. Menulis sangat menyenangkan. Hingga hari ini profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai di masyarakat karena kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir.

Sesungguhnya banyak diantara kita yang ingin menjadi penulis namun hanya sekian persen dari kita yang dapat mewujudkannya 

Ada beberapa kendala dan hambatan yang sering terjadi dan dihadapi  untuk menulis

1. Merasa tidak berbakat menulis

2. Tidak memiliki ide

3. Tidak memiliki waktu

4. Tidak suka menulis

5. Tidak berani menerima kritik

Jika berminat untuk menulis, maka segala hambatan tersebut harus di kikis, yakinkan bahwa kita mampu menulis, ide dapat berasal dari manapun dan apapun  bahkan pengalaman  atau kejadian  sekitar kita  dapat jadi ide menulis. Selalu dapat luangkan waktu untuk menulis, terasa ada yang kurang jika belum menulis. Jadikan menulis sebagai hobi dan hiburan, dan yang terpenting harus siap menerima masukan, saran dan kritik  dari orang lain yang membaca tulisan kita agar jadi lebih baik. Kendala utama ntuk memulai menulis berasal dari faktor internal, dari dlam diri kita sendiri. Tumbuhkan motivasi pribadi, tingkatkan etos yang kuat untuk mencapai target yaitu sebuah karya tulis berupa Buku. 

Materi Berlanjut dengan paparan mengenai bagaimana memulai menulis . Digunakan konsep 5W + H . 

Why : mengapa kita menulis?

How : bagaimana cara menulis?

Materi malam ini baru  sampai pada tahap Why dan How. Mungkin  4 W yang lain akan berlanjut pada pertemuan selanjutnya.

WHY

Why Mengapa kita menulis,apa alasan kita menulis. Ibu Kanjeng memberikan uraian  5 jenis orientasi, yaitu 

1. Orientasi  Material

   Tujuannya mengejar uang dari royalti menjadi pembicara atau semacamnya

2  Orientasi  Eksistensial

   Tujuannya mengejar popularitas  dan pengakuan masyarakat

3. Orietasi  Persosnal

Tujuannya untuk mencurahkan atau mengekpresikan pengalaman atau kisah pribadi agar dibaca orang lain

4. Orientasi  Sosial

   Tujuannya untuk mempengaruhi atau mengubah  cara berpikir masyarakat serta membangun peradaban

5. Orientasi  Spiritual engan mengajak pembaca melakukan perbuatan baik.

   Tujuannya beribadah dan memperoleh pahala

Jika sudah menggenggam orientasi  maka langkah menulis dapat dimulai dengan kegiatan 

1. Read  ( Membaca )

   Membaca adalah jendela dunia, dari jendela kita menulis yang kita lihat, menulis yang kita  rasa, menulis yang  terjadi. Ibarat mengasah pisau, semakin sering diasah akan  semakin tajam. Semakin banyak membaca akan semakin banyak koleksi kosa kata dan daya rangkai antar kata untuk menyusunnya  menjadi kalimat. 

2. Discuss  ( Mendiskusikan )

   Buku yang pernah kita baca ada baiknya kita diskusikan dengan orang lain,  Bila diperlukan kita memiliki mentor  yang tepatsebagai pendamping dan pembimbing proses kita menulis.

3. Look and Feel ( Lihat dan rasakan )

   Lihat dan ikut merasakan apa yang terjadi di sekitar kita, atau yang kita lhat melalui media sosial baik TV, Radio, internet , media sosial dan lain lain. Hal itu dapat menjadi sumber ide untuk menulis.

4. Socialize ( Sosialisasi )

   Seberapa banyak kita bersosialisasi dengan orang lain, seberapa luas pergaulan kita, seberapa banyak daya serap kita menangkap  pengetahuan,pengalaman dan kisah orang lain, sehingga mampu menjadi materi tulisan.

      

Menulis membutuhkan tahapan tahapan dalam kegiatan  agar tulisan kita terarah, kegiatan kegiatan tersebut adalah:

a. Menggali dan menemukan gagasan /ide

b. menentukan Tujuan, genre dan segmen pembaca

c. Menentukan Topik

d. membuat Outline

e. Mengumpulkan bahan materi/buku

HOW 

How to write?   bagaimana caranya menulis? jawabannya Just Do It, lakukan saja. jangan  berfikir harus sempurna dan idealis. semampu kita saja. Boleh membayangkan jika buku yang tulis sukses dan berdampak positif dalam banyak hal. Kita bisa memaknai menulis sebagai amal shaleh  dan investsi besar untk akhirat kelak.

Hal hal yang harus diperhatikan dalam menulis

1. Time target

2. Discipline

3. Comfortability

4. Facilities

5. Mood Booster

 

Ketika naskah tulisan sudah selesai dan lengkap , langkah yang harus dilewati hinga terbitnya buku adalah 

1. Editing yaitu langkah memperbaiki draf sesuai pedoman yang berlaku

   a. Membaca ulang

   b. Penyempurnaan draft

2. Revisi (revising) langkah memperbaki naskah

   a. Mengubah beberapa bagian  naskah

   b.  Melengkapi naskah

   c. mengevalasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis

3. Publikasi (Publishing) yaitu memublikasikan karya

   a. Pengiriman naskah

      ada dua jalur penerbitan  yng bisa dipilih

      1).  major Publishing ( Penerbit umum)

      2. Self  Publishing ( penerbit Independen )

   b. Pra cetak ( Perwajahan buku, tata letak, ISBN, Proof reading )

   c. Pencetakan

   d. Promosi dan distribusi


Biodata Narasumber

•      S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS

•      S2 di UMS

•      Seorang guru pegiat literasi nusantara

•      Menulis 21 buku

•      Editor sejak tahun 2019

•      Pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah

•      Motivator

•      Blogger

•      Hobi Silaturahmi, Traveling, dan Membaca

Motto : Bersemangat  menggapai  ridha  Allah  dengan  berbagi  dan silahturahmi

 

Resume Pertemuan 1

Gelombang 20

Penulis : Agung Pramono 

 

Mau Jadi Penulis maka Menulislah

Malam ini saya mengikui Kelas Belajar Menulis Nusantara dengan narasumber  Dr. Wijayakusumah,M.Pd dan moderator Raliyanti, S.Sos M.Pd ...